Welcome!        Sign in    |    Register    |    Help

Berita Properti Pendopo.com

Bahaya-bahaya yang Tersembunyi di Rumah Anda

Bahaya-bahaya yang Tersembunyi di Rumah Anda

15 Aug 2011
Pendopo.com - Tahukah Anda bahwa rumah Anda ternyata bisa menyimpan ribuan bakteri dan zat yang mungkin bisa berbahaya bagi kesehatan Anda dan keluarga? Ya, tanpa Anda sadari, ternyata zat dan bakteri berbahaya tersebut bisa saja menempel pada perabot rumah Anda, lalu menempel pada Anda dan akhirnya bisa menyebabkan Anda sakit.

Untuk itulah Anda harus waspada dan selalu membersihkan perabot Anda agar terbebas dari zat dan bakteri berbahaya tersebut. Apa sajakah zat dan bakteri berbahaya tersebut?

1. Spora Jamur
Biasanya spora jamur ini sering dijumpai di kamar mandi atau gudang Anda. Jika kamar mandi atau gudang Anda berbau lumut, berarti area ini ditumbuhi banyak spora jamur. Di tempat yang lembab, jamur bisa berkembang biak hanya dalam 24-48 jam karena kelembaban merupakan sumber makanan bagi jamur. Di mana ada debu, kayu, cat, kertas, kapas atau minyak, di situlah jamur akan tumbuh subur. Spora jamur biasanya berbentuk seperti lumut, hanya lebih halus dan bisa berwarna hitam, coklat, putih, kuning, pink atau hijau-kebiruan. Biasanya terdapat di dinding, karpet, toilet dan bagian bawah furnitur kayu. Spora jamur bisa memicu gejala asma, batuk, sesak napas. Juga reaksi alergi seperti bersin-bersin, hidung berair, gatal-gatal, matah merah dan berair bahkan sinus.

Pastikan seluruh ruangan memiliki ventilasi yang baik agar rumah terlindung dari bahaya jamur. Segera keringkan jika ada genangan air, khususnya di sudut-sudut ruangan. Jika sudah terlanjur ditumbuhi jamur, Anda bisa melakukan hal berikut ini:
  • Singkirkan kumpulan spora jamur yang menempel di dinding atau karpet, dengan cara menyayatnya menggunakan silet atau pisau. Tapi pastikan Anda sudah memakai sarung tangan sebelum melakukannya.
  • Bersihkan permukaan benda yang terkena jamur menggunakan cairan desinfektan yang telah dicampur pemutih dan air. Sikat sebentar, diamkan 15 menit lalu sikat kembali sampai bersih, dan bilas dengan air. Bila ingin mengganti karpet, penutup lantai atau dinding, tunggu hingga permukaannya benar-benar kering.

2. Bahan Kimia pada Karpet
Karpet atau pelapis dinding baru biasanya menimbulkan bau bahan kimia yang cukup menyengat. Itu karena karpet baru menyebarkan 4-PC, suatu bahan kimia pada bagian bawah karpet untuk menjaga agar karpet tidak rusak selama disimpan di toko. Bau menyengat seperti lem dan cat ini mungkin akan hilang dalam beberapa hari atau minggu. Tapi bagi orang yang sensitif terhadap bahan kimia, bisa menimbulkan sakit kepala, batuk-batuk dan suara parau. Untuk mengatasinya, saat akan memasang atau menggelar karpet baru, pastikan pintu dan jendela terbuka agar bau bahan kimia bisa keluar dari ruangan. Usahakan untuk memakai masker saat menggelarnya, dan jauhkan dari anak-anak.

3. Kapur Barus
Kapur barus berfungsi menjaga pakaian di lemari tetap harum dan aman dari serbuan rayap atau ngengat. Namun, tahukah Anda? ternyata kandungan naphtalene kapur barus juga mengeluarkan zat kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan. Yakni, jika terhirup terus menerus, bisa menyebabkan gangguan pernapasan dan pencernaan. Dalam jangka panjang, kapur barus bisa menimbulkan penyakit anemia, kerusakan hati dan syaraf.

Gejala-gejala yang langsung Anda rasakan ketika keracunan naphthalene, antara lain pusing, mual, muntah, diare, kebingungan bahkan kejang. Solusinya, Anda bisa mengganti kapur barus dengan pengusir ngengat yang lebih aman. Beberapa bahan alami seperti kayu cedar atau lavender kering bisa jadi bahan alami yang efektif mengusir rayap dan ngengat. Anda pun bisa menggunakan beberapa butir biji merica yang dibungkus dalam kain kassa atau tulle yang ditaruh dalam lemari.

4. Produk Pembersih
Menurut American Association of Poison Control Centers, lebih dari satu juta anak berusia di bawah lima tahun terkena racun dari produk pembersih setiap tahunnya. Produk pembersih kebanyakan berupa obat desinfektan dan bahan kimia untuk keperluan rumah tangga. Cairan pembersih umumnya berwarna cerah dan wangi, sehingga menarik bagi anak untuk menyentuhnya. Kulit anak bisa saja sensitif terhadap produk berbahan kimia keras, bahkan kemungkinan bisa tertelan. Untuk itu, taruhlah produk pembersih rumah tangga di tempat yang tidak bisa dijangkau anak-anak (atas lemari, rak yang tinggi atau kabinet). Jika ditaruh di laci, pastikan Anda menguncinya dengan baik. Saat sedang menggunakannya, mintalah anak-anak untuk menjauhi area yang sedang dibersihkan.

Selalu waspada dan lindungilah keluarga dari berbagai penyakit yang ada.



Sumber: www.wolipop.com



properti indonesia

Properti Indonesia

Register dan pasang iklan hanya kurang dari 10 menit. Pastikan Anda sudah mempersiapkan foto-foto properti yang akan dijual. Selain foto, anda bisa menambahkan video, denah dan brosur untuk mengundang minat calon pembeli.

Pendopo.com