Welcome!        Sign in    |    Register    |    Help

Tanya Jawab Properti Pendopo.com

Bagaimana Cara Aman Dan Halal Dalam Memilih KPR?

Penulis: Admin

Pendopo.com - Mengingat semakin banyaknya jumlah penduduk di negara kita, maka semakin banyak pula perumahan yang dibutuhkan untuk mereka tinggal. Apalagi para pengantin baru, setelah berumah tangga, tak mungkin kan mereka terus-terusan menumpang tinggal di rumah orang tua atau mertua? Untuk itu, biasanya mereka mencari rumah sendiri untuk mereka tinggali. Namun, seperti yang kita ketahui bahwa harga properti sekarang ini semakin mahal, banyak orang yang merasa tidak mampu untuk membeli rumah secara tunai. Solusinya agar mereka bisa tinggal di rumah mereka sendiri, para pasangan pengantin baru ini biasanya mengontrak rumah atau membeli rumah lewat jalur KPR.

KPR ini merupakan produk bank yang menawarkan bantuan kepada masyarakat, dengan jangka waktu maksimal yang ditawarkan selama 15 tahun. Biasanya orang mengajukan jangka waktu kredit terpanjang supaya cicilan per bulannya kecil. Namun, makin lama jangka waktu kredit, makin besar pula total pembayaran kredit yang harus dibayar. Untuk itu, Anda harus cermat dalam memilih KPR mana yang tidak membebankan bunga terlalu besar agar Anda tidak terjerat dalam praktik riba. Lantas, bagaimana cara aman dan halal dalam memilih KPR?

Anda bisa mencoba untuk mengambil KPR syariah yang ada di bank-bank syariah. Pada Bank Syariah biasanya menganut kaidah angsuran tidak boleh lebih dari 35%-40% dari total pendapatan Anda (take home pay). Sehingga disini Anda tidak terlalu dipaksakan untuk membayar kredit yang melebihi pendapatan perbulan. Anda bisa bertanya ke marketing bank syariah kalau pendapatan sekian, akan mendapatkan berapa besar plafond KPR Syariah dan dengan jangka waktu berapa lama.

Dari situ Anda bisa menghitung berapa besar plafond KPR Syariah yang akan Anda dapatkan sesuai dengan pendapatan Anda setiap bulan, apakah dari gaji tetap ataupun penghasilan dari usaha Anda. Hal tersebut penting agar keuangan Anda tidak habis oleh cicilan hutang dan bank tidak menolak permohonan kredit anda. Biasanya kasus seperti ini terjadi karena bank meragukan kemampun Anda dalam mengembalikan pinjamannya.

Pastikan dasar kenaikan harga sewa pada akad IMBT, bukan tingkat suku bunga pasar (SBI) yang menjadi acuannya. Apabila tingkat suku bunga pasar yang menjadi acuan kenaikan harga sewa maka akan menjadikan produk bank syariah tersebut sama dengan bank konvensional. Boleh saja naik harga sewanya tapi tingkat kenaikannya tidak besar atau tidak memberatkan nasabah dan juga harus diberitahukan kepada nasabah tersebut terlebih dahulu. Kemudian, tanyakan tingkat kenaikan harga sewa kepada bank syariah tersebut untuk nasabah-nasabah yang sudah mengambil produk KPR dengan akad IMBT sebelumnya di bank syariah tersebut.

Perhatikan kebutuhan luas rumah jangan sampai mubazir. Setiap keluarga yang ingin memilih rumah melalui KPR Syariah untuk tempat tinggal, haruslah memperhatikan kebutuhan luas rumah yang akan dibeli. Berapa kamar yang dibutuhkan untuk anggota keluarga, karena itu akan menambah besar biaya yang harus dikeluarkan kalau rumah yang dibeli terlalu besar.

Siapakan anggaran dana untuk pengurusan KPR seperti Biaya Adm dan Provisi, Biaya Asuransi Jiwa dan Kebakaran, Biaya Survei, Biaya Akad Notaris, Biaya AJB dan Biaya Balik Nama dan Pajak BPHTB yang harus disetor ke kas negara. Anda bisa diskusikan dengan marketing bank syariah semua besaran biaya tersebut dan juga dalam menghitung plafond KPR Syariah.

Agar pengajuan KPR Anda tidak ditolak, Anda bisa menunjukkan rekening yang cukup aktif dalam pergerakan dana keluar-masuk di rekening koran/tabungan sehingga pemberi kredit yakin akan kemampuan Anda mengembalikan KPR tersebut. Usia pemohon KPR antara 21 tahun dan maksimal 60 tahun saat berakhir pinjaman dilengkapi dengan fotokopi KTP pemohon, fotokopi kartu keluarga/Akta nikah, fotokopi rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir, dan dokumen lain yang dibutuhkan terkait profesi Anda.

Yang terakhir, perhatikan aspek legalitas rumah yang akan dibeli, pastikan rumah yang dibeli sudah bersertifikat tersendiri dan tidak bermasalah, bukti-bukti pembayaran PBB dan juga ada IMB nya. Aman dari penggusuran atau pemotongan lahan dan tidak bersengketa atau bermasalah. Dengan demikian Anda bisa memiliki rumah impian Anda dengan aman dan halal.



Sumber: id.shvoong.com

Ditulis pada: 15 Aug 2011


Admin Pendopo.com
properti indonesia

Properti Indonesia

Register dan pasang iklan hanya kurang dari 10 menit. Pastikan Anda sudah mempersiapkan foto-foto properti yang akan dijual. Selain foto, anda bisa menambahkan video, denah dan brosur untuk mengundang minat calon pembeli.

Pendopo.com