Tanya Jawab Properti Pendopo.com

Bagaimana Tips Jitu Membeli Rumah Impian Lewat KPR?

Penulis: Admin

Pendopo.com - Memiliki rumah impian tentunya menjadi dambaan setiap orang. Tetapi kadang seseorang tidak mempunyai cukup dana untuk membeli rumah yang sesuai dengan idaman mereka selama ini. Akhirnya untuk bisa membeli rumah impian seperti yang mereka inginkan tersebut, mereka membelinya dengan sistem KPR. Namun, bagaimanapun juga Anda tidak boleh sembarangan memilih KPR dalam pembelian rumah idaman Anda. Berikut ada beberapa tips jitu yang harus Anda perhatikan dan lakukan jika ingin membeli rumah lewat KPR.

1. Tentukan Jangka Waktu Pengambilan KPR. Jangka waktu maksimal KPR yang ditawarkan di Indonesia saat ini adalah 15 tahun. Sebenarnya makin panjang jangka waktu kredit, makin besar pula total bunga yang harus dibayarkan. Walaupun demikian, lebih baik jika Anda mengajukan jangka waktu kredit terpanjang supaya cicilan per bulannya kecil, agar Anda masih memiliki sisa penghasilan yang bisa digunakan untuk keperluan dan investasi lain. Pengambilan jangka waktu kredit terpanjang juga disarankan mengingat investasi properti (rumah & tanah) nilainya selalu meningkat dari tahun ke tahun.

2. Tentukan Besarnya Kredit & Cicilan. Jika Anda memutuskan untuk mengambil KPR, Anda tentu harus menentukan besarnya KPR yang akan diambil, Anda harus menyisikan dana uang muka rumah sebesar 30% dari harga rumah, sedangkan yang bisa dipinjam dari bank berupa KPR sebesar 70% dari harga rumah. Penentuan besarnya KPR ini akan mempengaruhi jumlah cicilan per bulan. Anda bisa memperoleh keterangan mengenai jumlah cicilan yang harus Anda bayar dari Account Officer di bank. Sangat disarankan bahwa besaran cicilan KPR (jika digabungkan dengan aneka kredit yang Anda ambil saat ini) tidak lebih dari 30% dari penghasilan Anda. Hal ini penting agar keuangan keluarga tidak tergerus hanya oleh cicilan hutang. Ingatlah pula, bahwa Anda masih harus mengeluarkan biaya-biaya ekstra untuk renovasi, aneka perabotan, dsb. Hati-hati jika permohonan kredit Anda ternyata cicilannya melebihi 30% penghasilan Anda. Besar kemungkinan Bank akan menolak permohonan kredit Anda, karena meragukan kemampun Anda dalam mengembalikan pinjaman.

3. Tentukan Fasilitator Kredit KPR. Melalui Bank Atau Developer? Saat ini developer pun aktif menawarkan KPR yang langsung bisa diurus oleh calon pembeli rumah. Tujuannya jelas, menawarkan kepraktisan bagi si calon pembeli rumah. Biasanya developer bekerja sama dengan satu atau beberapa bank untuk menjadi rekanan dari developer tersebut. Cara ini memberikan kepraktisan bagi si calon pembeli rumah, karena tidak perlu repot mungurus sendiri KPR ke bank dan biasanya surat-surat terkati rumah yang akan dibeli sudah disiapkan pihak developer. Namun, kelemahannya KPR ini hanya bisa digunakan untuk membeli rumah (baru) yang ditawarkan oleh developer yang bersangkutan. Demikian pula biasanya jika mengajukan kredit via developer, Anda harus menggunakan KPR dari bank yang mereka tunjuk sehingga Anda tidak dapat memilih bank lain yang mungkin menawarkan bunga lebih rendah atau lebih familiar dengan Anda. Sebaliknya, mengajukan kredit langsung ke bank menawarkan fleksibilitas dalam memilih bank. Namun dengan konsekuensi sedikit repot mengurus semua persyaratannya termasuk surat-surat rumah yang diperlukan.

4. Siapkan Biaya-Biaya KPR. Meskipu bank meluluskan permohonan KPR Anda, bukan berarti Anda bebas melenggang tanpa uang tunai. Anda masih memerlukan uang tunai dalam jumlah lumayan dalam pengurusan KPR ini, antara lain untuk: a). Biaya-biaya administrasi dari bank, terdiri atas booking fee, biaya penilaian jaminan, administrsi kredit dan provisi kredit. b). Biaya Asuransi, antara lain berupa asuransi jiwa untuk meng-cover debitur dan asuransi kebakaran untuk meng-cover rumah yang dijadikan agunan KPR tersebut. c). Biaya pengikatan kredit secara hukum, terdiri atas biaya Akta Pengakuan Utang dan Perjanjian Kredit, Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), Akta jual-beli biaya bea balik nama sertifikat, BPHTB dan jasa notaris.

5. Lakukan Perbandingan. Selalu bandingkan paket-paket KPR yang ditawarkan antar bank dan pilihlah yang paling ringan untuk Anda. Pilihlah bank yang mempunya riwayat hubungan dengan Anda sebagai nasabahnya. Ini akan mempermudah penyelesaian seandainya terjadi masalah dengan KPR Anda.

6. Track Record. Jagalah track record pembayaran kredit Anda di bank manapun tetap baik. Catatan pembayaran kredit yang kurang baik di salah satu bank akan bisa dilacak oleh bank Anda dan cukup bisa menjadi alasan ditolaknya permohonan KPR Anda. Ingatlah bahwa bank bisa melakukan crosscheck antar bank melalui Bank Indonesia, tepatnya melalui fasilitas Daftar Hitam Nasabah (DHN).

7. Persiapkan Formal dan Non Formal. Perbaiki “penampilan” keuangan Anda dengan cara menampilkan saldo yang cukup dan pergerakan keluar-masuk dana yang aktif di rekening koran/tabungan sehingga kreditor yakin akan kemampuan Anda dalam mengembalikan kredit rumah tersebut. Sedangkan beberapa persyaratan formal yang perlu Anda ketahui adalah : usia pemohon KPR antara 21 s/d 60 tahun (pada waktu berakhirnya pinjaman), fotokopi KTP pemohon (suami/istri/penjamin), fotokopi kartu keluarga/kartu nikah, fotokopi rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir, slip gaji (untuk karyawan), fotokopi ijin praktek (untuk kaum profesional).

Semoga tips di atas bisa membantu Anda dalam memiliki rumah impian Anda.



Sumber: tipsanda.com

Ditulis pada: 08 Jun 2011


Admin Pendopo.com
properti indonesia

Properti Indonesia

Register dan pasang iklan hanya kurang dari 10 menit. Pastikan Anda sudah mempersiapkan foto-foto properti yang akan dijual. Selain foto, anda bisa menambahkan video, denah dan brosur untuk mengundang minat calon pembeli.

Pendopo.com